Inovasi Wadah Makanan Ramah Lingkungan: Food Container dari Pelepah Pisang
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan bahan baku alternatif untuk wadah makanan (food container) yang berasal dari pelepah pisang.
Inovasi ini, merupakan salah satu upaya untuk mengurangi volume sampah plastik. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Sukma Surya Kusumah mengatakan, inovasi ini memanfaatkan teknologi biomassa, dengan mengubah berbagai serat dari tumbuhan menjadi material untuk wadah atau kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Menyitat dari situs web BRIN, Sukma menjelaskan bahwa food container berbasis pelepah pisang sangat aman digunakan untuk produk-produk kering.
“Secara pengujian, migrasi tidak menyebabkan perpindahan bahan kimia yang ada di dalam food container ke dalam produk makanan karena sudah melalui proses untuk menghilangkan bahan-bahan kimia yang berbahaya di dalam pelepah pisang itu sendiri,” ujar Sukma dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/3).
Sukma menjelaskan, pembuatan food container berbasis bahan serat atau lignocellulosa fiber bisa diperoleh dari berbagai tumbuhan lainnya selain batang pelepah pisang, seperti pelepah pinang, serat nanas, serat kenaf, dan tanaman jagung.
Pasalnya, tumbuhan tersebut pada dasarnya mengandung serat atau selulosa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan penguat untuk food container.
Sukma bersama salah satu siswa bimbingannya, Aprilia, telah mengembangkan matrik atau perekat yang digunakan untuk membuat food container berbasis bahan alam, yaitu kitosan.
Kitosan bisa diperoleh dari biota laut, sehingga sangat ramah lingkungan dan tidak berbahaya untuk kesehatan.
“Secara komersial, food container berbasis pelepah pisang ini belum dimanfaatkan oleh industri secara luas. Akan tetapi, secara teknologi, komposit untuk pembuatan food container yang menggunakan bahan alam lainnya, salah satunya pelepah pinang, sudah dimanfaatkan oleh mitra industri kami, yaitu PT Jentera Garda Futura dan sudah dijual di Jakarta, Bandung, dan Bali,” tambahnya.
Sukma mengatakan, kebanyakan wadah atau kemasan makanan yang dikenal masyarakat saat ini berbahan gabus sintetis, plastik, dan karton yang tidak ramah lingkungan.
Oleh karena itu, penggunaan food container pelepah pisang membutuhkan treatment yang berbeda dibandingkan yang berbahan plastik konvensional.
Tujuan pembuatan food container berbahan alam, adalah untuk mengatasi masalah limbah plastik yang sulit terdegradasi oleh mikroorganisme.
Dengan demikian, penggunaan food container berbasis pelepah pisang ini hanya untuk sekali pakai karena ketika dibuang hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu untuk terurai.