Prasasti Laguna, bukti ekspansi Medang ke Filipina

Prasasti Laguna, bukti ekspansi Mdang ke asia tenggara.
Pada tanggal 21 April 900 Masehi atau tahun 822 Saka, lahirlah sebuah dokumen luar biasa dari kawasan Filipina yang kini dikenal dunia sebagai ... sebuah prasasti keping tembaga yang ditemukan di dekat Laguna de Bay dan kini disimpan di Museum Nasional Filipina...

Prasasti ini ditulis menggunakan aksara Jawa Kuna dengan campuran bahasa Melayu Kuna, Sanskerta, Jawa Kuna, dan unsur bahasa lokal Filipina Tagalog kuna... menunjukkan betapa terhubungnya dunia maritim Asia Tenggara lebih dari seribu tahun lalu...
Isi prasasti tersebut bukan kisah perang atau penaklukan... melainkan surat penghapusan hutang seorang tokoh bernama Dang Hwan Namwaran beserta seluruh keturunannya... namun justru dari dokumen administratif sederhana inilah muncul petunjuk besar tentang hubungan antarwilayah Nusantara dan Filipina pada abad ke-X... Di dalam prasasti disebutkan nama-nama tempat seperti Tundun, Pailah, Puliran, Binwangan, dan yang paling mengejutkan... MEDANG...
Nama “Medang” langsung mengingatkan pada di Jawa pada masa pemerintahan ... terlebih istilah birokrasi seperti “pamegat”, “nayaka”, “senapati”, hingga sistem penanggalan Saka juga identik dengan prasasti-prasasti Jawa Kuna abad IX–X... Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh budaya dan administrasi Jawa Kuna telah menjangkau wilayah Filipina pada tahun 900 Masehi... Namun perlu dipahami... pengaruh budaya tidak selalu berarti penjajahan langsung...
Sebagian peneliti memang menduga adanya hegemoni atau pengaruh politik Medang di kawasan Filipina... tetapi hingga hari ini belum ada bukti pasti bahwa Laguna berada di bawah kekuasaan langsung Jawa... Yang lebih kuat justru gambaran tentang luasnya jaringan perdagangan, hukum, diplomasi, dan budaya maritim Nusantara pada masa itu...
Asia Tenggara kuna ternyata bukan kumpulan pulau terpisah... melainkan dunia yang saling terhubung melalui pelayaran, perdagangan emas, bahasa elite, aksara, dan sistem hukum... Prasasti Laguna juga menjadi bukti bahwa aksara Jawa Kuna pernah menjadi salah satu sistem tulisan internasional di kawasan Asia Tenggara maritim...
Sementara itu... teori yang menghubungkan etnis Visayas dengan Sriwijaya masih menjadi perdebatan akademik... begitu pula klaim bahwa Filipina sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Medang ataupun Sriwijaya... Tetapi satu hal yang sulit dibantah... Pada abad ke-9 hingga ke-10... leluhur Nusantara telah membangun peradaban maritim yang maju, terorganisir, dan berpengaruh luas hingga melintasi lautan Asia Tenggara... jauh sebelum bangsa-bangsa Eropa mengenal kawasan ini...

Postingan populer dari blog ini

Walter Russell: The Visionary Behind Light and Consciousness

The Mystery of the Horsemen Statues in Gool, Ramban: An Ancient Enigma Unsolved

Makna Lagu Made Cenik