Tragedi Dusun Legetang 1955: Desa Hilang Semalam dan Fenomena Langka Air Cushion Effect
Saat kamu melihat tugu ini, di bawahnya terkubur 332 jasad yang tak pernah dievakuasi sejak 1955. Satu dusun. Hilang. Semalam. ๐ Kisah Dusun Legetang sering disebut “desa yang kena azab.” Tapi sains punya penjelasan yang jauh lebih masuk akal daripada sekadar mitos belaka. ๐ Saat lereng gunung runtuh dengan volume besar, udara di bawahnya terperangkap dan terkompresi. Detik itu juga tercipta bantalan udara bertekanan tinggi.. seperti hovercraft raksasa, tapi beratnya jutaan ton. ๐จ⚡ Fenomena ini disebut Air Cushion Effect. Akibatnya, massa tanah yang seharusnya jatuh ke bawah… justru terangkat tinggi ⬆️, kehilangan gesekan, lalu meluncur secepat puluhan hingga ratusan km/jam. Bahkan bisa menyeberangi lembah ๐ซ️ lalu menghantam sisi bukit seberangnya. ๐ฅ Fenomena ini saking langkanya, dunia cuma mencatat tiga kejadian dalam sejarah modern: ๐จ๐ญ Elm, Swiss (1881) ๐จ๐ฆ Frank Slide, Kanada (1903) ๐ฎ๐ฉ Dusun Legetang, Indonesia (1955) ๐⚠️ Sumber